Desa Ngancar

Desa ngancar terletak di sebelah selatan gunung lawu Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. Di desa ini terdapat 3 air terjun dengan pemandangan alam yang sangat mempesona, jika dikelola desa ini sangat berpotensi sebagai obyek pariwisata yang sangat menjanjikan....

Sabtu, 16 April 2011

Nasrudin dan 3 Orang Bijak

Pada suatu hari ada tiga orang bijak yang pergi berkeliling negeri untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang mendesak. Sampailah mereka pada suatu hari di desa Nasrudin. Orang-orang desa ini menyodorkan Nasrudin sebagai wakil orang-orang yang bijak di desa tersebut. Nasrudin dipaksa berhadapan dengan tiga orang bijak itu dan di sekeliling mereka berkumpullah orang-orang desa menonton mereka bicara.

Orang bijak pertama bertanya kepada Nasrudin, "Di mana sebenarnya pusat bumi ini?"
Nasrudin menjawab, "Tepat di bawah telapak kaki saya, saudara."
"Bagaimana bisa saudara buktikan hal itu?" tanya orang bijak pertama tadi.
"Kalau tidak percaya," jawab Nasrudin, "Ukur saja sendiri."
Orang bijak yang pertama diam tak bisa menjawab.

Tiba giliran orang bijak kedua mengajukan pertanyaan. "Berapa banyak jumlah bintang yang ada di langit?"
Nasrudin menjawab, "Bintang-bintang yang ada di langit itu jumlahnya sama dengan rambut yang tumbuh di keledai saya ini."
"Bagaimana saudara bisa membuktikan hal itu?"
Nasrudin menjawab, "Nah, kalau tidak percaya, hitung saja rambut yang ada di keledai itu, dan nanti saudara akan tahu kebenarannya."
"Itu sih bicara goblok-goblokan," tanya orang bijak kedua, "Bagaimana orang bisa menghitung bulu keledai."
Nasrudin pun menjawab, "Nah, kalau saya goblok, kenapa Anda juga mengajukan pertanyaan itu, bagaimana orang bisa menghitung bintang di langit?"
Mendengar jawaban itu, si bijak kedua itu pun tidak bisa melanjutkan.

Sekarang tampillah orang bijak ketiga yang katanya paling bijak di antara mereka. Ia agak terganggu oleh kecerdikan nasrudin dan dengan ketus bertanya, "Tampaknya saudara tahu banyak mengenai keledai, tapi coba saudara katakan kepada saya berapa jumlah bulu yang ada pada ekor keledai itu." "Saya tahu jumlahnya," jawab Nasrudin, "Jumlah bulu yang ada pada ekor kelesai saya ini sama dengan jumlah rambut di janggut Saudara."
"Bagaimana Anda bisa membuktikan hal itu?" tanyanya lagi. "Oh, kalau yang itu sih mudah. Begini, Saudara mencabut selembar bulu dari ekor keledai saya, dan kemudian saya mencabut sehelai rambut dari janggut saudara. Nah, kalau sama, maka apa yang saya katakan itu benar, tetapi kalau tidak, saya keliru."

Tentu saja orang bijak yang ketiga itu tidak mau menerima cara menghitung seperti itu. Dan orang-orang desa yang mengelilingi mereka itu semakin yakin Nasrudin adalah yang terbijak di antara keempat orang tersebut.

Jumat, 15 April 2011

Tamu Kehormatan

SUATU HARI, Nasruddin menghadiri acara resepsi yang elegan dan memilih tempat duduk untuk tamu yang paling terhormat. Sang penjaga menghampiri dan berkata, “Tuan, tempat duduk ini diperuntukkan untuk tamu kehormatan.”
      “Oh, saya lebih daripada itu,” jawab Nasruddin dengan percaya diri.
      “Apakah Anda seorang diplomat?”
      “Lebih dari itu!”
      “Sungguh? Mungkin Anda seorang menteri?“
      “Tidak, lebih dari itu juga“
      ”Oho! Jadi Anda-lah Sang Raja, begitu??” sang penjaga berkata dengan sinisnya.
      ”Lebih tinggi lagi dari Raja!”
      “Apa?! Anda lebih tinggi dari Sang Raja? Tidak seorangpun lebih tinggi dari Sang Raja di sini!”
      “Sekarang kamu mengerti. Saya adalah ‘tidak seorangpun’ itu!”, kata Nasruddin.


Ibroh :
  >> Seseorang harus merendah terhadap hal-hal yang kecil.

  >> Nasruddin adalah seorang yang tanpa beban. Kecerdasan membuka jalan (untuk bisa duduk di kursi Raja).

  >> Sebuah kata dapat memiliki banyak arti.

  >> Semua makhluk sebenarnya sama dihadapan Tuan.

  >> Hati-hati terhadap lidah yang cerdas, karena dapat memutarbalikkan keadaan.

Nasrudin Vs Kambing

 SUATU HARI, ketika Nasruddin bepergian ke sebuah desa, ia kehilangan Al-Quran-nya. Beberapa minggu kemudian seekor kambing menghampirinya sambil membawa Al-Quran di mulutnya.
                Nasruddin tidak dapat mempercayai hal ini. Dia mengambil Al-Quran tersebut dari mulut si kambing dan memuji kepada-Nya, "Ini adalah sebuah keajaiban!"

Sang kambing menjawab, "Tidak juga, namamu tertulis di Al-Quran ini."

Interpretasi
  • Kejadian ini memang keajaiban, karena buku yang hilang masih bisa ditemukan oleh kambing.
  • Lebih baik mencantumkan namamu pada barang-barang milikmu.
  • Apa yang biasa kita anggap sebagai keajaiban mungkin memiliki penjelasan, tapi kemudian kita lupa untuk memerhatikan keajaiban yang sesungguhnya. Bisa juga keajaibannya adalah karena seekor kambing bisa bicara dan membaca!!!

Mullah Nasruddin itu....

 Mullah Nasruddin adalah sebuah nama yang akan selalu dikenang dalam dongeng dan cerita rakyat di dunia Arab... Bahkan, tokoh ini diklaim oleh 3 negara sekaligus sebagai asal muasalnya, yaitu: Afganistan, Iran, dan Turki. Tidak hanya di ke-3 negara tersebut, kisah Nasruddin juga cukup dikenal di sekitar kawasan Laut Tengah dan Afrika, dan sampai menyebar ke seluruh dunia. Di Turki dan Yunani, ia disebut Hoja Nasruddin; di kawasan Asia Barat sebagai Koja Nasruddin; Juha di Arab; dan Mushfiqi di sekitar Rusia.
               Nasruddin adalah seorang tokoh pada abad ke-13. ia dikenang sebagai salah seorang yang penuh ide, jenaka dan konyol, juga banyak memberikan nasehat bagi setiap orang. Meskipun ada berbagai macam humor dan anekdot mengenai Nasruddin, tapi isinya adalah sama dengan detail yang berbeda sesuai dengan perkembangan jaman. Ia dikisahkan sebagai layaknya orang biasa dengan bermacam jenis pekerjaannya.
               Kisah-kisah mengenai Nasruddin ini terus-menerus diceritakan dalam berbagai kesempatan dan lingkungan yang berbeda di seluruh kawasan Timur Tengah dan Asia. Ada kisah mengenai humor, menyampaikan moral kehidupan, ataupun yang "menyentil" kelebihan dan kekurangan manusia.
               Sifat dari Nasruddin ini tidak hanya digambarkan sebagai seorang bodoh yang terpelajar, tapi bisa juga sebagai seorang bijaksana, tergantung dari setiap orang yang akan menilainya setelah membaca kisah-kisahnya ini. Kalau kita benar-benar menghayati kisah-kisahnya ini, kita akan belajar mengenai kehidupan dan kebenaran, meskipun Nasruddin sendiri sebenarnya juga digambarkan layaknya seorang biasa dengan bermacam-macam kegiatan dan pekerjaan ditekuninya. Kita juga bisa melihat diri sendiri dan mentertawakan diri sendiri melalui Nasruddin ini. Ada juga yang bilang, "Nasruddin adalah (cerminan) kita sendiri..."
               Dari informasi yang saya dapat, Mullah Nasruddin ini masih belum bisa diketahui dengan jelas antara “hanya dongeng” ataukah benar-benar kisah legendaris yang nyata. Tapi apapun itu, bagi saya cerita Mullah Nasruddin ini sangat menarik dan menghibur. Cukup mengajari saya untuk bisa menikmati dengan santai dan ringan tentang banyak hal dalam kehidupan ini --yang nyatanya memang tak ada yang bisa dimiliki selamanya-- tanpa melupakan hakikat siapa diri kita sesungguhnya. InsyaAlloh, semoga Alloh meridhoi apa yang akan saya “bacakan” ini.
Saya bukanlah orang yang pandai bercerita, tapi entah kenapa saya ingin menjadi orang yang kurang kerjaan dan membagi cerita ini kepada orang lain, halaman per halaman. Dan “orang lain” yang kurang beruntung untuk saya ajak berbagi itu adalah antum semua. Mohon maaf bila ada yang kurang berkenan. Dan bagi yang sudah mengenal Mullah Nasruddin, mohon maaf bila re-post.
              Semoga ini bukanlah kesombongan dan sikap riya’ ilmu. Hanya Alloh-lah sebaik-baik pelindung dari segala sifat sombong dan riya’....
Semoga terhibur....

Mullah Nasruddin itu....

 Mullah Nasruddin adalah sebuah nama yang akan selalu dikenang dalam dongeng dan cerita rakyat di dunia Arab... Bahkan, tokoh ini diklaim oleh 3 negara sekaligus sebagai asal muasalnya, yaitu: Afganistan, Iran, dan Turki. Tidak hanya di ke-3 negara tersebut, kisah Nasruddin juga cukup dikenal di sekitar kawasan Laut Tengah dan Afrika, dan sampai menyebar ke seluruh dunia. Di Turki dan Yunani, ia disebut Hoja Nasruddin; di kawasan Asia Barat sebagai Koja Nasruddin; Juha di Arab; dan Mushfiqi di sekitar Rusia.
               Nasruddin adalah seorang tokoh pada abad ke-13. ia dikenang sebagai salah seorang yang penuh ide, jenaka dan konyol, juga banyak memberikan nasehat bagi setiap orang. Meskipun ada berbagai macam humor dan anekdot mengenai Nasruddin, tapi isinya adalah sama dengan detail yang berbeda sesuai dengan perkembangan jaman. Ia dikisahkan sebagai layaknya orang biasa dengan bermacam jenis pekerjaannya.
               Kisah-kisah mengenai Nasruddin ini terus-menerus diceritakan dalam berbagai kesempatan dan lingkungan yang berbeda di seluruh kawasan Timur Tengah dan Asia. Ada kisah mengenai humor, menyampaikan moral kehidupan, ataupun yang "menyentil" kelebihan dan kekurangan manusia.
               Sifat dari Nasruddin ini tidak hanya digambarkan sebagai seorang bodoh yang terpelajar, tapi bisa juga sebagai seorang bijaksana, tergantung dari setiap orang yang akan menilainya setelah membaca kisah-kisahnya ini. Kalau kita benar-benar menghayati kisah-kisahnya ini, kita akan belajar mengenai kehidupan dan kebenaran, meskipun Nasruddin sendiri sebenarnya juga digambarkan layaknya seorang biasa dengan bermacam-macam kegiatan dan pekerjaan ditekuninya. Kita juga bisa melihat diri sendiri dan mentertawakan diri sendiri melalui Nasruddin ini. Ada juga yang bilang, "Nasruddin adalah (cerminan) kita sendiri..."
               Dari informasi yang saya dapat, Mullah Nasruddin ini masih belum bisa diketahui dengan jelas antara “hanya dongeng” ataukah benar-benar kisah legendaris yang nyata. Tapi apapun itu, bagi saya cerita Mullah Nasruddin ini sangat menarik dan menghibur. Cukup mengajari saya untuk bisa menikmati dengan santai dan ringan tentang banyak hal dalam kehidupan ini --yang nyatanya memang tak ada yang bisa dimiliki selamanya-- tanpa melupakan hakikat siapa diri kita sesungguhnya. InsyaAlloh, semoga Alloh meridhoi apa yang akan saya “bacakan” ini.
Saya bukanlah orang yang pandai bercerita, tapi entah kenapa saya ingin menjadi orang yang kurang kerjaan dan membagi cerita ini kepada orang lain, halaman per halaman. Dan “orang lain” yang kurang beruntung untuk saya ajak berbagi itu adalah antum semua. Mohon maaf bila ada yang kurang berkenan. Dan bagi yang sudah mengenal Mullah Nasruddin, mohon maaf bila re-post.
              Semoga ini bukanlah kesombongan dan sikap riya’ ilmu. Hanya Alloh-lah sebaik-baik pelindung dari segala sifat sombong dan riya’....
Semoga terhibur....